|
Diary
Jadian...
Oleh : Desrizal
Aku kenal sama Nurmi sejak Agustus 2005, waktu itu Dia lagi baru beli
laptop baru, lalu temanku yang juga temannya mengajak aku untuk
membantu Nurmi mensetting laptopnya seperti
untuk internet, bluetooth, antivirus dan sebagainya, di saat itulah kami
kenalan.Waktu itu aku adalah mahasiswa jurusan Teknik
Pertambangan 2000 dan Nurmi adalah Mahasiswi Kesehatan Masyarakat 2003,
kebetulan kami tinggal di komplek perumahan yang sama, yaitu perumahan
Persada di Inderalaya. Sejak berkenalan hubungan kami sih
biasa-biasa aja..hanya sebatas teman, lagian kami masing masing udah punya
pacar. Sampai akhirnya pada sekitar pertengahan tahun 2008, Nurmi putus dari
pacarnya, begitu juga aku.
Dari
sinilah aku mulai pdkt dengan Nurmi hehe..karena kupikir aku sangat cocok
dengan dia, kalau ngobrol nyambung, lagian Nurmi orangnya tipe aku banget,
cantik pintar aktif lembut santun soleha, sebulan setelah pdkt, aku
mulai mengutarakan hasrat hatiku ke Nurmi, nggak langsung diterima.
Satu bulan setengah kemudian tepatnya tanggal 17
September 2008 atau bertepatan pada tanggal 17 Ramadhan 1429H, kami bertemu
di Bandung, kebetulan waktu itu Nurmi lagi ada urusan di bandung dan akupun
lagi cuti, di situlah akhirnya Nurmi memberikan jawabannya, untuk menerima
aku sebagai kekasih belahan jiwa hehe..Alasannya memberikan jawaban cukup
lama, katanya sih selain butuh waktu berpikir juga pengen memberikan
jawabannya langsung di hadapan orangnya..
Selesai
Cuti aku kembali ke Papua untuk bekerja, kami pacaran jarak jauh, walaupun
jauh tapi deket di hati hehe..
Setelah 6 bulan pacaran, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan
ini ke tingkat yang lebih tinggi, tepatnya tanggal 12 Maret 2009, aku menuju
Belitung untuk melamar sang kekasih pujaaan hati..Kami pun resmi bertunangan
dan rencananya Insya Allah tanggal 7 Juli 2009 (bertepatan dengan ultah
Nurmi ke 24) akan melaksanakan pernikahan di Belitung dan resepsinya
dilaksanakan tanggal 12 Juli 2009 di Belitung juga. Mohon doa restu semoga
terwujud..
Di Belitung
Oleh : Desrizal
Tanggal
1 Maret 2009 aku berangkat ke Belitung dari Jakarta. Emang rencananya pengen
silaturahmi dengan keluarga Nurmi yang ada di Belitung, dan nantinya Nurmi
yang akan silaturahmi ke Pekanbaru dengan keluargaku di Pekanbaru.
Sekitar jam 8 pagi, aku sampai dei pulau Belitung,
langsung menuju rumah Nurmi, kebetulan Nurmi sekeluarga mengizinkan aku
untuk tinggal di rumah mereka hehe..
Ternyata rumah Nurmi di Tanjung Pandan deket banget
dengan pantai wisata Tanjung Pendam, jalan kaki sekitar 5 menit dari
rumahnya sampai deh. Jadi tiap pagi atau sore aku dan Nurmi biasa jalan kaki
ke sini sambil menikmati pemandangan, kalau sore bisa lihat sunset...
Baru sehari nyampe di rumah Nurmi, orang tuanya
ngajak aku jalan-jalan sekeluarga ke objek wisata pantai Tanjung Tinggi,
yang berada di Kecamatan Sijuk. Pantai ini merupakan salah satu lokasi syuting film "Laskar Pelangi". Mempunyai
batuan-batuan besar dengan posisi yang unik. Bertumpuk-tumpuk dan terdapat celah
di antaranya yang bisa kita lewati kelihatan seperti gua.
Hampir seminggu aku berada di Belitung, bersama
keluarga Nurmi yang ramah dan welcome..tanggal 7 Maret aku dan Nurmi menuju
ke Pekanbaru, tapi singgah dulu di Bandung jalan jalan hehe..
Pekanbaru, I was coming again….
Oleh : Nurmi Yulita Rahmi
Tahun 2006, aku menapakkan kaki pertama kalinya di Pekanbaru. Seorang diri aku pergi ke Rumbai,
kira-kira setengah jam dari Pekanbaru. Yach, aku kesana untuk PKL di Chevron selama 1 bulan.
Setiap weekend, aku dan teman-teman baru ku selalu ke Pekanbaru, tepatnya ke Pasar Bawah.
Tempat yang paling asyik tuk di kunjungi, karena disini banyak jualan makanan dan pernak-pernik, he...he...
Pantes aja, pasar ni dijulukin Pasar Wisata. Ni tempat tak kan ku lewati kalo ku ke Pekanbaru,
benakku dalam hati (”kapan ku ke Pekanbaru lagi yach??”_tanya ku dulu).
3 Tahun kemudian..........
Dini hari 9 Maret 2009, Aku bersama Bang Ijal dan Milda, adikku menuju BSM. Bis Primajasa yang
kami tumpangi akan berangkat pukul 01.00 WIB. Kira-kira jam 4 subuh paling cepet nyampenya.
Kami harus tiba di Bandara Soekarno Hatta Jam 5 pagi tuk Check In. Ternyata....
Kami datengnya kecepetan. Gak tanggung-tanggung, jam 3 pagi bok. Waktunya tuk nikmati tidur dan mimpi indah.
Dikirain jalanan bakalan macet coz hari senin ni, orang-orang kan banyak yang dari Bandung ke Jakarta, di tambah lagi ada perbaikan jalan tol. Dugaan meleseeeet!!!
Pukul 08.20 kami tiba di Pekanbaru. AKHIRnya..... aku ke Pekanbaru lagi !!!^_^.
Kali ini ku tak sendirian. Senangnya ku bisa kesini lagi bersama dengan orang yang aku sayangi.
Tujuan ku ke Pekanbaru kali ini tuk bersilaturahmi dengan keluarganya Bang Ijal.
Sepanjang jalan dari bandara ke rumahnya Bang Ijal, detak jantung aku semakin cepat.
Lup…dup…lup..dup..lup..dup..lup..dup..lup.dup.lup.dup.lup.dup.lupduglupdug lupdug lupdug
DEG...DEG...GAN
3 D, 3 N di Pekanbaru
Oleh : Nurmi Yulita Rahmi
lup.dup. lup..dup.. Lup…dup…
Detak jantung ku mulai normal, ketika senyuman dan sambutan hangat keluar dari mulut kakaknya.
Keluarganya yang ramah dan juga rame membuat ku merasa nyaman dengan suasana yang santai.
Siang itu merupakan hari yang penuh canda tawa dan obrolan ringan yang mengasyikkan.
Sekali-sekali aku tersenyum dan ikut tertawa, tak mengerti bahasanya. Tak lama kemudian,
kami bersama keluarga bang ijal pergi ke Bangkinang, tempat asal keluarga bang ijal yang dapat ditempuh dalam waktu kulang lebih 40 menit dari Pekanbaru.
Disana aku diperkenalkan dengan keluarga bang ijal yang lainnya, ada pamannya... ada bibinya... dll.
Jam 7 malam kami nyampe di rumah, malam ini dilewati dengan obrolan dan istirahat lebih awal.
Keesokkan harinya.....
”hari ini begitu melelahkan”, menghabiskan waktu seharian di kantor polisi. Dari pagi ampe sore. Pak polisi...
Pak polisi, help me... Ku Sebeeellll bgt deh, melewati proses administrasi yang panjang dan membosankan.
Apakah proses administrasi tak bisa dibuat lebih efektif dan efisien tuk membuat SIM A?
Malamnya begitu menggelikan. Kami rame-rame jalan ke rumah sakit tuk temenin ibunya Bang Ijal periksa kesehatan.
Yang diperiksa 1, yang nganter banyak. Namanya juga jalan-jalan.... sekalian rombongan penyemangat tuk ibunya, biar sehat selalu.
Hari terakhir : Hari ini direncanakan tuk jalan-jalan, foto-foto dan cari oleh-oleh.
Pagi itu, Bang Ijal ngomong ke kakaknya kalo mau lamaran bagitu tiba di Belitung.
Jelasnya aja keluarganya kaget. Sebuah ide yang keluar dari mulut begitu aja bener-bener dijalanin.
Ajang silaturahmi kali ini sekalian dijadikan ajang lamaran, so cuti berikutnya udah nikah deh.
Moga aja semuanya berjalan lancar.
Jam 10an kami mulai sibuk mencari perlengkapannya Bang Ijal, baju kokoh dan kemeja.
Trus lanjut ke PASAR BAWAH. Tempat yang aku suka. Sayangnya gak bisa lama-lama.
Disini kami cari oleh-oleh. Banyak makanannya euy.
Lanjut sholat ashar di Masjid Agung. Masjid yang keren, punya hotspotnya so bisa bebas ngenet deh.
Disana kami foto-foto. Bagus juga tuk dijadikan backgroundnya foto pre wedding.
Kapan lagi mau fotonya kalo gak sekarang coz tinggal 3 hari lagi waktunya bersama Bang Ijal, blum lagi lamarannya.
Ketemu-ketemu lagi pas mau nikah.
Saatnya tuk packing. Malam itu ku sibuk mem-pack barang-barang ditemenin ama ibunya sambilan ngobrol ama kakak-kakak dan adeknya juga milda tentunya.
12 Maret 2009. Habis subuh kami bertiga, aku, Bang Ijal dan Milda mesti berangkat ke bandara.
Aku dan Bang Ijal ke Belitung, Milda balik lagi ke Bandung. Bye..bye...Pekanbaru. C U Again.
|